Page Nav

HIDE

Bola.co.id

latest

Responsive Ads

Lazio Menang 1-0 atas Bologna, Davide Frattesi Jadi Penentu di Pekan Pembuka Serie A

Lazio Menang 1-0 atas Bologna, Davide Frattesi Jadi Penentu di Pekan Pembuka Serie A Bola.co.id - Lazio mengawali perjalanan mereka di Se...

Lazio Menang 1-0 atas Bologna, Davide Frattesi Jadi Penentu di Pekan Pembuka Serie A
Lazio Menang 1-0 atas Bologna, Davide Frattesi Jadi Penentu di Pekan Pembuka Serie A

Bola.co.id
- Lazio mengawali perjalanan mereka di Serie A 2026/2027 dengan hasil positif. Bertandang ke Stadio Renato Dall'Ara, Senin 24 Agustus 2026, Lazio berhasil mengalahkan Bologna dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan Biancocelesti dicetak Davide Frattesi pada menit ke-59 setelah menerima umpan dari Boulaye Dia.

Pertandingan Bologna vs Lazio tersebut berlangsung ketat sejak menit pertama. Bologna memang mampu menguasai bola lebih banyak dan menciptakan lebih banyak peluang secara keseluruhan, tetapi Lazio menunjukkan efektivitas yang lebih baik ketika mendapatkan kesempatan di depan gawang. Perbedaan tersebut akhirnya menjadi penentu hasil pertandingan.

Bologna tercatat menguasai 59 persen penguasaan bola, sedangkan Lazio memiliki 41 persen. Tuan rumah juga melepaskan 14 tembakan, berbanding 10 tembakan milik Lazio. Namun, dari peluang-peluang tersebut, hanya Lazio yang berhasil menghasilkan gol untuk memastikan tiga poin.

Hasil ini membuat Lazio mendapatkan modal penting pada pertandingan pertama musim baru. Sebaliknya, Bologna harus menerima kenyataan bahwa dominasi permainan belum cukup untuk menghasilkan poin. Pertandingan di Dall'Ara juga memperlihatkan bahwa efektivitas penyelesaian akhir dapat menjadi faktor penting dalam persaingan panjang Serie A.

Babak Pertama Bologna dan Lazio Berakhir Tanpa Gol

Sejak awal pertandingan, kedua tim memperlihatkan pendekatan permainan yang cukup berhati-hati. Bologna sebagai tuan rumah berusaha membangun serangan melalui penguasaan bola, sementara Lazio mencoba menjaga struktur pertahanan sambil mencari ruang untuk melakukan serangan balik.

Babak pertama berlangsung tanpa gol. Meskipun Bologna mempunyai beberapa momen untuk menekan pertahanan Lazio, tidak ada peluang yang berhasil dikonversikan menjadi gol. Lazio juga belum mampu memanfaatkan serangan mereka secara maksimal.

Pertandingan sempat diwarnai sejumlah pelanggaran dan insiden. Pada menit ke-19, Florian Avelar? tidak, data pertandingan mencatat Florian R. mengalami situasi yang berkaitan dengan Marusic A. dan cedera. Beberapa menit kemudian, pada menit ke-22, Florian R. tercatat melakukan pelanggaran berupa tripping.

Menjelang pertengahan babak pertama, Boulaye Dia dari Lazio dan Oussama El Azzouzi dari Bologna sama-sama tercatat mendapatkan catatan terkait unsportsmanlike conduct pada menit ke-34. Bologna kemudian mendapatkan catatan pelanggaran dari N. Cambiaghi pada menit ke-41, sedangkan M. Cancellieri tercatat melakukan pelanggaran berupa tripping pada menit ke-44.

Dengan skor masih 0-0 ketika turun minum, pertandingan memasuki babak kedua dengan peluang kedua tim masih terbuka. Bologna memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, tetapi Lazio memiliki kesempatan untuk mengubah pertandingan melalui pergantian pemain dan pendekatan yang lebih agresif.

Perubahan Lazio Mulai Memberikan Dampak

Awal babak kedua menjadi fase penting dalam pertandingan. Pada menit ke-46, Gustav Isaksen masuk menggantikan Matteo Cancellieri. Pergantian tersebut memberikan tambahan energi bagi lini serang Lazio.

Beberapa menit kemudian, tepatnya pada menit ke-54, Davide Frattesi masuk menggantikan Fisayo Dele-Bashiru. Pergantian ini terbukti sangat menentukan karena Frattesi kemudian menjadi pencetak gol kemenangan Lazio.

Masuknya Frattesi mengubah dinamika lini tengah Lazio. Pemain tersebut mampu memberikan kontribusi penting ketika mendapatkan ruang untuk masuk ke area berbahaya. Hanya lima menit setelah masuk lapangan, Frattesi berhasil mencetak gol yang mengubah skor pertandingan.

Davide Frattesi Cetak Gol Penentu pada Menit ke-59

Gol yang ditunggu akhirnya hadir pada menit ke-59. Davide Frattesi mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima assist dari Boulaye Dia. Gol tersebut membuat Lazio unggul 1-0 atas Bologna.

Momen tersebut menjadi titik balik pertandingan. Sebelumnya, Bologna mempunyai statistik permainan yang cukup meyakinkan. Tuan rumah memiliki 59 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan. Namun, Lazio mampu memanfaatkan salah satu peluang penting mereka menjadi gol.

Frattesi menunjukkan mengapa pemain dari lini tengah dapat memiliki peran besar dalam pertandingan yang berjalan ketat. Kehadirannya tidak hanya memberikan keseimbangan bagi permainan Lazio, tetapi juga menghasilkan kontribusi langsung yang akhirnya menentukan perolehan tiga poin.

Bagi Lazio, gol tersebut menjadi bukti bahwa mereka tidak membutuhkan banyak peluang untuk mengubah jalannya pertandingan. Sementara bagi Bologna, gol itu menjadi pukulan karena terjadi ketika mereka sedang berusaha mempertahankan tekanan di hadapan pendukung sendiri.

Bologna Berusaha Mengejar Ketertinggalan

Setelah tertinggal 0-1, Bologna berusaha meningkatkan intensitas serangan. Tuan rumah melakukan beberapa pergantian pemain untuk mencari energi baru sekaligus meningkatkan ancaman di lini depan.

Pada menit ke-60, Federico Bernardeschi masuk menggantikan Riccardo Orsolini. Pada waktu yang sama, Artem Dovbyk menggantikan Roberto Piccoli, sedangkan Jonathan Rowe masuk untuk menggantikan N. Cambiaghi. Tiga pergantian tersebut menunjukkan upaya Bologna untuk mengubah komposisi serangan setelah Lazio mencetak gol.

Bologna kemudian terus mencoba memanfaatkan penguasaan bola. Statistik akhir pertandingan memperlihatkan bahwa mereka tetap unggul dalam ball possession. Namun, penguasaan bola tersebut tidak menghasilkan gol penyama kedudukan.

Pada menit ke-69, Emil Holm masuk menggantikan N. Zortea. Sementara itu, Lazio juga melakukan penyesuaian. Nuno Tavares masuk menggantikan Alfonso Pedraza pada menit ke-78.

Dua pergantian berikutnya dilakukan Lazio pada menit ke-79. Tijjani Noslin masuk menggantikan Boulaye Dia, sedangkan M. Amondarain masuk menggantikan Oussama El Azzouzi dari Bologna.

Statistik Menunjukkan Bologna Lebih Dominan dalam Penguasaan Bola

Salah satu aspek menarik dari pertandingan Lazio vs Bologna adalah perbedaan antara dominasi permainan dan hasil akhir. Bologna mempunyai penguasaan bola sebesar 59 persen. Lazio hanya menguasai 41 persen.

Dalam jumlah tembakan, Bologna juga berada di depan. Tuan rumah melepaskan 14 tembakan, sedangkan Lazio menghasilkan 10 tembakan. Bologna bahkan mempunyai tiga big chances, sementara Lazio hanya mencatatkan satu peluang besar.

Akan tetapi, satu peluang besar Lazio yang berhasil dimanfaatkan secara efektif menjadi pembeda. Gol Frattesi membuat seluruh statistik dominasi Bologna tidak mampu mengubah hasil akhir.

Bologna juga tercatat mempunyai 26 touches in opposition box, lebih banyak dibandingkan Lazio yang mencatat 13 sentuhan di kotak penalti lawan. Data tersebut menunjukkan bahwa Bologna sebenarnya cukup sering memasuki area berbahaya Lazio.

Namun, sepak bola tidak ditentukan semata-mata oleh jumlah penguasaan bola, tembakan, atau sentuhan di kotak penalti. Tim yang mampu mencetak gol dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir tetap menjadi pemenang. Lazio berhasil melakukan hal tersebut di Dall'Ara.

Perbandingan Statistik Bologna dan Lazio

Statistik Bologna Lazio
Skor 0 1
Penguasaan bola 59% 41%
Total tembakan 14 10
Big chances 3 1
Touches di kotak penalti lawan 26 13
Expected Goals (xG) 1,78 0,63

Angka expected goals atau xG bahkan memperlihatkan bahwa Bologna sebenarnya menghasilkan kualitas peluang yang lebih tinggi secara keseluruhan. Bologna mencatat xG sebesar 1,78, sedangkan Lazio hanya 0,63. Namun, statistik tersebut tidak otomatis menentukan pemenang karena pertandingan tetap ditentukan oleh gol yang benar-benar tercipta.

Lazio Menang Berkat Efektivitas

Kemenangan Lazio dapat disebut sebagai kemenangan efektivitas. Mereka tidak unggul dalam penguasaan bola, jumlah tembakan, big chances maupun xG. Tetapi satu gol Frattesi menjadi satu-satunya pembeda pada pertandingan tersebut.

Kondisi seperti ini sering terjadi dalam sepak bola level tinggi. Sebuah tim bisa menguasai permainan dalam periode panjang, tetapi kesulitan mencetak gol. Sebaliknya, lawan yang lebih sedikit mendapatkan peluang dapat mengambil keuntungan dari satu momen penting.

Lazio berhasil memaksimalkan situasi tersebut. Frattesi yang baru masuk pada menit ke-54 langsung memberikan dampak lima menit kemudian. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Lazio pun akhirnya mendapatkan hasil yang sangat positif.

Bagi Bologna, pertandingan ini memberikan pekerjaan rumah yang jelas. Dominasi permainan harus diikuti dengan efektivitas di depan gawang. Memiliki tiga big chances dan xG 1,78 tetapi mengakhiri pertandingan tanpa gol menunjukkan bahwa penyelesaian akhir menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki.

Rentetan Pergantian Pemain pada Babak Kedua

Babak kedua pertandingan di Dall'Ara berlangsung dengan intensitas tinggi. Setelah gol Frattesi, kedua pelatih aktif melakukan pergantian untuk menyesuaikan strategi masing-masing.

Bologna melakukan beberapa perubahan penting. Bernardeschi, Dovbyk dan Rowe masuk secara bersamaan pada menit ke-60. Pergantian tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas serangan setelah tuan rumah tertinggal.

Kemudian Emil Holm masuk pada menit ke-69 untuk menggantikan Zortea. Pada menit ke-79, Amondarain juga masuk menggantikan El Azzouzi.

Di kubu Lazio, pergantian Frattesi menjadi yang paling menentukan. Isaksen juga masuk pada awal babak kedua, kemudian Tavares dan Noslin diberikan kesempatan bermain untuk membantu tim mempertahankan keunggulan.

Pergantian pemain Lazio memperlihatkan pendekatan yang berbeda setelah unggul. Mereka tidak lagi harus mengejar gol dan dapat lebih fokus menjaga struktur tim sembari memanfaatkan ruang yang ditinggalkan Bologna.

Disiplin dan Pelanggaran Mewarnai Pertandingan

Selain gol tunggal Frattesi, pertandingan ini juga diwarnai sejumlah pelanggaran. Catatan pertandingan menunjukkan beberapa pemain mendapatkan perhatian wasit karena pelanggaran maupun tindakan yang dianggap tidak sportif.

Wasit yang memimpin pertandingan adalah Fabio Maresca dari Italia. Beberapa kejadian tercatat sepanjang pertandingan, termasuk pelanggaran pada babak pertama serta sejumlah pelanggaran menjelang pertandingan berakhir.

Pada menit ke-83, J. Odgaard tercatat melakukan tripping, sedangkan T. Heggem mendapatkan catatan foul pada menit yang sama. Menjelang injury time, O. Provstgaard juga tercatat melakukan pelanggaran pada menit ke-90+3.

Meskipun terdapat sejumlah pelanggaran, pertandingan tetap mampu berjalan hingga akhir dengan Lazio mempertahankan keunggulan 1-0. Bologna tidak berhasil menemukan gol penyeimbang sampai peluit panjang.

Stadio Renato Dall'Ara Menjadi Saksi Kemenangan Lazio

Pertandingan berlangsung di Stadio Renato Dall'Ara, Bologna. Stadion tersebut memiliki kapasitas 38.279 penonton. Untuk laga pembuka Serie A ini, jumlah kehadiran yang tercatat mencapai 27.000 penonton.

Dukungan publik tuan rumah menjadi salah satu faktor yang membuat Bologna tampil berani. Mereka mampu menguasai bola lebih banyak dan beberapa kali membawa permainan ke area pertahanan Lazio.

Namun, atmosfer stadion tidak cukup untuk mengubah hasil pertandingan. Lazio mampu menjaga fokus setelah mencetak gol pada menit ke-59. Pertahanan mereka bertahan hingga pertandingan memasuki waktu tambahan.

Bagi Lazio, kemenangan tandang pada pekan pembuka menjadi hasil yang sangat berharga. Memulai kompetisi dengan tiga poin tentu dapat memberikan kepercayaan diri sebelum menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

Frattesi Jadi Pahlawan Lazio

Nama Davide Frattesi menjadi sorotan utama setelah pertandingan. Pemain tersebut masuk pada menit ke-54 menggantikan Fisayo Dele-Bashiru dan hanya membutuhkan waktu lima menit untuk mencetak gol.

Gol tersebut menjadi gambaran sempurna mengenai pentingnya kontribusi pemain pengganti. Frattesi tidak memulai pertandingan sebagai starter, tetapi justru menjadi pemain yang menentukan hasil akhir.

Assist diberikan oleh Boulaye Dia. Kombinasi antara umpan Dia dan penyelesaian Frattesi membuat Lazio berhasil memecah kebuntuan setelah 58 menit pertandingan tanpa gol.

Dengan pertandingan yang berjalan ketat, satu gol tersebut sudah cukup. Lazio kemudian mempertahankan keunggulan sampai menit akhir dan memastikan kemenangan 1-0.

Bologna Harus Segera Mengevaluasi Penyelesaian Akhir

Kekalahan ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa Bologna tampil buruk. Justru berdasarkan statistik, mereka memiliki sejumlah indikator permainan yang lebih baik dibandingkan Lazio. Penguasaan bola mencapai 59 persen, jumlah tembakan 14, big chances tiga dan xG 1,78.

Masalah utamanya adalah tidak adanya gol. Dalam pertandingan kompetitif seperti Serie A, dominasi harus diterjemahkan menjadi gol agar berujung pada poin.

Bologna perlu menjadikan pertandingan ini sebagai bahan evaluasi. Ketika sebuah tim mampu menciptakan tiga peluang besar, tetapi gagal mencetak gol, aspek finishing dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan patut mendapatkan perhatian.

Di sisi lain, struktur permainan Bologna memberikan beberapa sinyal positif. Mereka mampu menjaga penguasaan bola dan lebih sering memasuki kotak penalti lawan. Jika efektivitas penyelesaian meningkat pada pertandingan berikutnya, Bologna berpeluang mendapatkan hasil yang lebih baik.

Lazio Mendapat Modal Penting pada Awal Musim

Kemenangan atas Bologna memberikan Lazio tiga poin penting pada pekan pertama. Lebih dari sekadar angka di klasemen, kemenangan tersebut juga menunjukkan kemampuan mereka memenangkan pertandingan dalam situasi yang tidak sepenuhnya menguntungkan secara statistik.

Lazio hanya memiliki 41 persen penguasaan bola dan menghasilkan xG 0,63. Namun, mereka berhasil mencetak satu gol dan menjaga gawang tetap tidak kebobolan.

Kemampuan bertahan setelah unggul juga menjadi bagian penting dari kemenangan tersebut. Bologna terus mencoba menyerang setelah menit ke-59, tetapi Lazio mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir.

Bagi tim yang ingin bersaing di papan atas, kemampuan meraih kemenangan dari pertandingan yang sulit dapat menjadi modal berharga. Musim Serie A masih panjang, sehingga konsistensi akan menjadi faktor yang jauh lebih penting dibandingkan satu kemenangan.

Jalannya Pertandingan Bologna vs Lazio dalam Ringkasan Waktu

Babak Pertama

19 menit: Floriani R. tercatat terlibat dalam insiden yang berkaitan dengan Marusic A. dan situasi cedera.

22 menit: Floriani R. mendapat catatan pelanggaran berupa tripping.

34 menit: Dia dan El Azzouzi sama-sama tercatat dalam insiden unsportsmanlike conduct.

41 menit: Cambiaghi tercatat melakukan pelanggaran.

44 menit: Cancellieri tercatat melakukan tripping.

Babak pertama berakhir dengan skor 0-0. Bologna lebih banyak menguasai permainan, tetapi belum mampu mencetak gol.

Babak Kedua

46 menit: Isaksen masuk menggantikan Cancellieri.

54 menit: Frattesi masuk menggantikan Dele-Bashiru.

59 menit: Frattesi mencetak gol untuk membawa Lazio unggul 1-0 setelah menerima assist dari Dia.

60 menit: Bernardeschi menggantikan Orsolini, Dovbyk menggantikan Piccoli, dan Rowe menggantikan Cambiaghi.

69 menit: Holm masuk menggantikan Zortea.

78 menit: Tavares menggantikan Pedraza.

79 menit: Noslin menggantikan Dia, sedangkan Amondarain masuk menggantikan El Azzouzi.

83 menit: Odgaard dan Heggem masing-masing tercatat melakukan pelanggaran.

90+3 menit: Provstgaard tercatat melakukan pelanggaran.

Setelah pertandingan memasuki menit-menit akhir, Bologna tetap tidak mampu mencetak gol. Lazio mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang dan membawa pulang kemenangan dari Bologna.

Makna Kemenangan Lazio bagi Perjalanan Musim Baru

Kemenangan atas Bologna memperlihatkan bahwa Lazio mampu bermain pragmatis ketika diperlukan. Mereka tidak mendominasi penguasaan bola, tetapi tetap mampu menciptakan gol penentu dan menjaga pertahanan dari tekanan lawan.

Sementara itu, Bologna dapat mengambil banyak pelajaran dari pertandingan ini. Statistik menunjukkan mereka mempunyai kemampuan untuk mengendalikan permainan, tetapi kualitas penyelesaian peluang harus ditingkatkan.

Hasil Lazio 1-0 Bologna juga menegaskan bahwa pertandingan pembuka musim dapat memberikan gambaran awal mengenai karakter sebuah tim, meskipun belum bisa dijadikan patokan mutlak untuk perjalanan satu musim penuh.

Lazio kini dapat menatap pertandingan berikutnya dengan kepercayaan diri setelah mendapatkan kemenangan tandang. Davide Frattesi pun menjadi pemain yang mendapatkan sorotan setelah golnya menjadi pembeda di Dall'Ara.

Sebaliknya, Bologna harus segera bangkit. Mereka sudah menunjukkan kemampuan untuk menguasai bola, menghasilkan peluang dan memasuki area pertahanan lawan. Tantangan berikutnya adalah mengubah dominasi tersebut menjadi gol dan poin.

Kesimpulan Pertandingan

Lazio berhasil mengawali Serie A 2026/2027 dengan kemenangan 1-0 atas Bologna di Stadio Renato Dall'Ara pada 24 Agustus 2026. Davide Frattesi menjadi penentu kemenangan setelah mencetak gol pada menit ke-59, hanya lima menit setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Bologna sebenarnya memiliki statistik yang lebih dominan. Mereka menguasai 59 persen bola, melepaskan 14 tembakan, menciptakan tiga big chances dan mencatat xG 1,78. Lazio hanya memiliki 41 persen penguasaan bola, 10 tembakan, satu big chance dan xG 0,63.

Namun, efektivitas Lazio menjadi pembeda. Satu gol Frattesi yang berasal dari assist Dia cukup untuk mengamankan tiga poin. Pertahanan Lazio kemudian berhasil menjaga keunggulan sampai pertandingan selesai.

Hasil ini menjadi awal yang positif bagi Lazio, sekaligus menjadi peringatan bagi Bologna bahwa dominasi statistik harus disertai ketajaman di depan gawang. Dengan kompetisi yang masih sangat panjang, kedua tim memiliki kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan membangun momentum pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Data Lengkap Bologna 0-1 Lazio

Pertandingan: Bologna vs Lazio

Kompetisi: Serie A Italia – Round 1

Tanggal: 24 Agustus 2026

Stadion: Stadio Renato Dall'Ara, Bologna

Kapasitas stadion: 38.279 penonton

Kehadiran: 27.000 penonton

Wasit: Fabio Maresca (Italia)

Skor akhir: Bologna 0-1 Lazio

Babak pertama: Bologna 0-0 Lazio

Pencetak gol: Davide Frattesi 59'

Assist: Boulaye Dia

Penguasaan bola: Bologna 59% – 41% Lazio

Total tembakan: Bologna 14 – 10 Lazio

Big chances: Bologna 3 – 1 Lazio

Touches di kotak penalti lawan: Bologna 26 – 13 Lazio

xG: Bologna 1,78 – 0,63 Lazio

Dengan kemenangan ini, Lazio membawa pulang hasil maksimal dari kandang Bologna. Frattesi menjadi sosok yang paling menentukan, sementara Bologna harus mengevaluasi efektivitas penyelesaian akhir setelah gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang mereka ciptakan.



Tidak ada komentar

Responsive Ads