Bola.co.id - Spanyol kembali menunjukkan mental juara setelah meraih kemenangan 2-1 atas Kroasia pada pertandingan UEFA Nations League...
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Spanyol tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merespons tekanan ketika berada dalam posisi tertinggal. Kroasia, yang mendapat dukungan penuh dari 32.690 penonton, sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Kroasia Unggul Lebih Dahulu melalui Perisic
Pertandingan berlangsung menarik sejak menit awal. Spanyol mencoba mengambil kendali permainan dengan sirkulasi bola yang menjadi ciri khas mereka. Namun, Kroasia mampu bertahan dengan disiplin dan beberapa kali mengancam pertahanan tim tamu.
Gol pembuka akhirnya datang pada menit ke-17. Ivan Perisic berhasil membawa Kroasia unggul 1-0. Keunggulan tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri, sementara Spanyol harus meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyeimbang.
Hingga babak pertama berakhir, Kroasia mampu mempertahankan keunggulan. Skor 1-0 menggambarkan efektivitas tuan rumah dalam memanfaatkan peluang meskipun Spanyol lebih dominan dalam penguasaan bola.
Spanyol Mengubah Permainan di Babak Kedua
Pelatih Spanyol melakukan perubahan pada awal babak kedua dengan memasukkan Mikel Merino dan Alex Baena. Pergantian tersebut memberikan energi baru bagi lini tengah dan serangan Spanyol.
Perubahan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61. Merino mencetak gol penyama kedudukan setelah menerima umpan Dani Olmo. Skor berubah menjadi 1-1 dan momentum pertandingan mulai beralih ke pihak Spanyol.
Setelah gol tersebut, Spanyol semakin berani memainkan bola di area pertahanan Kroasia. Statistik menunjukkan penguasaan bola Spanyol mencapai 72 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Kroasia yang hanya mencatat 28 persen.
Merino Menjadi Penentu Kemenangan
Spanyol tidak berhenti setelah menyamakan kedudukan. Mereka terus mencari ruang di antara lini pertahanan Kroasia. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-88.
Mikel Merino kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini ia memanfaatkan umpan Mikel Zubimendi untuk mencetak gol keduanya sekaligus membawa Spanyol unggul 2-1.
Gol tersebut menjadi pukulan berat bagi Kroasia karena terjadi hanya beberapa menit sebelum waktu normal berakhir. Tuan rumah masih mencoba memberikan respons, tetapi Spanyol mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir.
Dominasi Bola Tidak Langsung Menjamin Kemenangan
Jika melihat statistik pertandingan, duel ini cukup menarik. Spanyol menguasai bola hingga 72 persen dan mencatat 10 tembakan. Kroasia juga melepaskan 10 tembakan, tetapi efektivitas kedua tim dalam memanfaatkan peluang berbeda.
Kroasia bahkan mencatat empat big chances, sedikit lebih banyak dibandingkan Spanyol yang memiliki tiga peluang besar. Expected goals (xG) juga relatif berimbang, yakni 1,17 untuk Kroasia dan 1,09 untuk Spanyol.
Namun, Spanyol memperlihatkan kualitas dalam mengontrol permainan melalui penguasaan bola. Mereka juga mencatat 27 sentuhan di kotak penalti lawan, sedangkan Kroasia hanya 16.
Peran Penting Mikel Merino
Mikel Merino menjadi sosok paling menentukan dalam kemenangan Spanyol. Dua golnya membuat Spanyol mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal pada babak pertama.
Yang menarik, kontribusi Merino datang setelah dirinya masuk pada awal babak kedua. Pergantian tersebut terbukti efektif karena memberikan tambahan tenaga dan kedalaman di lini tengah Spanyol.
Gol kedua juga memperlihatkan kemampuan Spanyol dalam membangun serangan hingga mendekati kotak penalti. Zubimendi menjadi penyedia umpan yang kemudian diselesaikan Merino dengan baik.
Kroasia Gagal Mempertahankan Keunggulan
Dari sudut pandang Kroasia, kekalahan ini tentu mengecewakan. Mereka berhasil menyelesaikan babak pertama dengan keunggulan 1-0, tetapi tidak mampu mempertahankan intensitas yang sama setelah turun minum.
Masuknya sejumlah pemain baru juga mengubah dinamika permainan. Luka Modric menjadi salah satu pemain Kroasia yang terlihat terlibat dalam duel fisik, sementara beberapa pergantian dilakukan untuk menjaga keseimbangan tim.
Namun, tekanan Spanyol akhirnya membuat pertahanan Kroasia semakin dalam. Dua gol yang bersarang di babak kedua menunjukkan bahwa tuan rumah kesulitan menghentikan pergerakan lini tengah Spanyol.
Spanyol Menunjukkan Mentalitas Juara
Kemenangan 2-1 ini layak disebut sebagai kemenangan mental bagi Spanyol. Mereka tidak panik ketika tertinggal dan tetap menjalankan permainan dengan penguasaan bola tinggi.
Situasi tersebut menjadi semakin penting karena Kroasia bermain di kandang sendiri. Stadion Poljud dipenuhi 32.690 penonton, tetapi tekanan atmosfer tersebut tidak membuat Spanyol kehilangan kendali permainan.
Spanyol, yang berada di peringkat FIFA 1, kembali memperlihatkan alasan mengapa mereka menjadi salah satu kekuatan utama Eropa. Sementara Kroasia berada di peringkat FIFA 13 dan mampu memberikan perlawanan yang cukup kuat sebelum akhirnya harus menerima kekalahan.
Kesimpulan Pertandingan Kroasia vs Spanyol
Kroasia sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik setelah Ivan Perisic membawa mereka unggul 1-0 pada menit ke-17. Namun, Spanyol melakukan perubahan efektif pada awal babak kedua dan mulai menguasai pertandingan.
Mikel Merino kemudian menjadi pahlawan kemenangan dengan mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-61 dan 88. Dani Olmo dan Mikel Zubimendi memberikan kontribusi melalui assist dalam proses terciptanya dua gol tersebut.
Hasil akhir 1-2 memastikan Spanyol membawa pulang kemenangan penting dari Split. Bagi Kroasia, pertandingan ini menjadi pengingat bahwa keunggulan satu gol tidak cukup ketika menghadapi tim dengan kemampuan penguasaan bola dan kedalaman skuad seperti Spanyol.
Dengan permainan yang tetap tenang meski tertinggal, Spanyol memperlihatkan karakter tim yang mampu mengubah situasi sulit menjadi kemenangan. Sementara itu, Kroasia harus mengevaluasi bagaimana mereka menjaga keunggulan ketika menghadapi tekanan besar pada babak kedua.
Tidak ada komentar