Page Nav

HIDE

Bola.co.id

latest

Responsive Ads

Fiorentina Hancurkan Benevento 4-1 di Coppa Italia, Empat Gol Tegaskan Dominasi La Viola

Fiorentina Hancurkan Benevento 4-1 di Coppa Italia, Empat Gol Tegaskan Dominasi La Viola Bola.co.id - Fiorentina membuka perjalanan merek...

Fiorentina Hancurkan Benevento 4-1 di Coppa Italia, Empat Gol Tegaskan Dominasi La Viola
Fiorentina Hancurkan Benevento 4-1 di Coppa Italia, Empat Gol Tegaskan Dominasi La Viola

Bola.co.id
- Fiorentina membuka perjalanan mereka di Coppa Italia 2026/2027 dengan hasil meyakinkan setelah menaklukkan Benevento 4-1 di Stadio Artemio Franchi, Florence. Pertandingan yang berlangsung Jumat, 14 Agustus 2026 pukul 21.15 waktu setempat atau Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 02.15 WIB tersebut menghadirkan lima gol dan sejumlah peluang berbahaya dari kedua tim.

Albert Guðmundsson membuka keunggulan Fiorentina ketika laga baru berjalan dua menit. Moise Kean kemudian memperbesar skor pada menit ke-35. Selepas jeda, Luca Ranieri dan Cher Ndour mencetak dua gol dalam rentang hanya beberapa menit, sebelum Davide Lamesta memperkecil ketertinggalan Benevento menjadi 4-1 pada menit ke-54.

Kemenangan tersebut membuat Fiorentina melanjutkan langkahnya di turnamen domestik Italia sekaligus memberikan awal kompetitif yang positif bagi skuad La Viola. Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan sepak bola Italia, pertandingan ini menarik karena skor 4-1 tidak sepenuhnya menggambarkan distribusi penguasaan bola dan jumlah tembakan. Benevento justru mencatat penguasaan bola lebih tinggi dan menghasilkan satu tembakan lebih banyak daripada tuan rumah, tetapi Fiorentina jauh lebih efektif ketika mendapatkan peluang.

Hasil Fiorentina vs Benevento: La Viola Menang 4-1

Fiorentina 4-1 Benevento menjadi salah satu hasil penting pada putaran awal Coppa Italia. Gol tuan rumah dicetak Albert Guðmundsson pada menit ke-2, Moise Kean menit ke-35, Luca Ranieri menit ke-48, dan Cher Ndour menit ke-50. Benevento membalas melalui Davide Lamesta pada menit ke-54.

Laga tersebut dimainkan di Stadio Artemio Franchi, Florence, dengan kapasitas stadion yang tercatat 43.147 tempat duduk. Berdasarkan data pertandingan, jumlah penonton yang hadir mencapai 16.626 orang. Gianluca Manganiello bertugas sebagai wasit dalam pertandingan ini.

Secara sekilas, skor menunjukkan kemenangan besar Fiorentina. Namun, data pertandingan memperlihatkan cerita yang lebih kompleks. La Viola hanya menguasai 39 persen bola, sedangkan Benevento mencapai 61 persen. Benevento juga menghasilkan 15 tembakan, sedikit lebih banyak dibandingkan 14 tembakan Fiorentina.

Perbedaan utama terdapat pada kualitas peluang. Fiorentina menghasilkan expected goals atau xG sebesar 2,04, sementara Benevento hanya 0,99. Fiorentina mencatat dua peluang besar dibandingkan satu milik Benevento serta melakukan 21 sentuhan di kotak penalti lawan berbanding 17 milik tim tamu.

Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah penguasaan bola maupun kuantitas tembakan tidak selalu berbanding lurus dengan hasil pertandingan. Fiorentina lebih efektif membawa bola ke area berbahaya dan menyelesaikan peluang yang mereka peroleh. Inilah salah satu aspek yang membuat analisis hasil pertandingan olahraga tidak cukup hanya melihat persentase penguasaan bola.

Gol Cepat Albert Guðmundsson Mengubah Jalannya Pertandingan

Fiorentina tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan tekanan kepada Benevento. Bahkan sebelum pertandingan memasuki menit kedua, Albert Guðmundsson sudah membawa tuan rumah unggul.

Gol tersebut berawal dari tekanan Fiorentina terhadap proses pembangunan serangan Benevento. Arthur Atta kemudian mengirim bola menuju area penalti dan Guðmundsson berada pada posisi yang tepat untuk menuntaskan peluang melalui sundulan. Gol cepat tersebut membuat rencana pertandingan Benevento berubah sejak awal.

Dalam pertandingan sistem gugur seperti Coppa Italia, gol pada dua menit pertama mempunyai arti besar. Tim yang tertinggal harus mengambil risiko lebih cepat, sedangkan tim yang unggul mendapatkan ruang untuk memilih kapan harus melakukan tekanan dan kapan mempertahankan struktur pertahanannya.

Fiorentina kemudian tidak memaksakan dominasi penguasaan bola secara terus-menerus. Benevento mendapatkan kesempatan mengontrol bola lebih lama, tetapi Fiorentina tetap berbahaya ketika merebut penguasaan dan bergerak menuju pertahanan lawan.

Benevento Tetap Berusaha Menekan

Tertinggal 0-1 tidak membuat Benevento sepenuhnya kehilangan arah. Tim tamu memperoleh beberapa kesempatan untuk menyerang dan mencoba mengeksploitasi ruang di sisi pertahanan Fiorentina. Davide Lamesta menjadi salah satu pemain yang cukup aktif memberikan ancaman.

David de Gea harus tetap waspada menghadapi beberapa percobaan Benevento. Lamesta sempat menghasilkan tembakan yang memaksa kiper Fiorentina melakukan penyelamatan. Situasi tersebut menunjukkan bahwa meskipun La Viola memimpin, Benevento masih mampu membawa pertandingan ke area pertahanan tuan rumah.

Masalah bagi Benevento terletak pada efektivitas. Mereka dapat membawa bola ke wilayah Fiorentina dan mencatat jumlah tembakan yang relatif tinggi, tetapi sebagian besar peluang tidak mempunyai kualitas yang cukup untuk menghasilkan gol.

Moise Kean Gandakan Keunggulan pada Menit ke-35

Perbedaan kualitas penyelesaian kembali terlihat pada menit ke-35. João Mário mengirimkan umpan silang menuju kotak penalti dan Moise Kean berhasil menyelesaikannya untuk membawa Fiorentina unggul 2-0.

Kean memperlihatkan kemampuan teknis dengan mengarahkan bola ke sudut gawang meskipun berada dalam tekanan pemain bertahan Benevento. Gol tersebut menjadi pukulan berat bagi tim tamu karena terjadi ketika mereka masih berusaha membangun momentum setelah kebobolan cepat.

Bagi Fiorentina, keunggulan dua gol memberikan kontrol lebih besar terhadap tempo pertandingan. La Viola tidak harus mengejar penguasaan bola tinggi. Mereka dapat mempertahankan organisasi permainan sembari menunggu ruang yang muncul akibat Benevento berusaha maju.

Kean juga mempunyai kontribusi yang lebih luas daripada sekadar gol. Pergerakannya di lini depan membantu menciptakan ruang bagi Guðmundsson, Ndour, dan pemain Fiorentina lain yang datang dari lini kedua. Kombinasi tersebut beberapa kali membawa Fiorentina memasuki kotak penalti Benevento dengan jumlah pemain yang cukup.

Fiorentina Menutup Babak Pertama dengan Keunggulan Dua Gol

Setelah gol Kean, pertandingan tetap berlangsung terbuka. Benevento tidak berhenti mencoba mencari peluang, sementara Fiorentina mendapatkan kesempatan menambah skor melalui serangan cepat.

Cher Ndour sempat memperoleh peluang ketika bergerak menuju pertahanan Benevento, sedangkan Guðmundsson juga mempunyai kesempatan mencetak gol berikutnya. Namun, skor 2-0 bertahan hingga berakhirnya babak pertama.

Dari perspektif pertandingan, keunggulan tersebut memberikan posisi ideal bagi Fiorentina. Mereka telah mencetak dua gol tanpa perlu mendominasi bola. Sebaliknya, Benevento harus menemukan keseimbangan antara kebutuhan menyerang dan risiko meninggalkan ruang di belakang.

Babak Kedua Dimulai, Fiorentina Langsung Tambah Dua Gol

Jika Benevento berharap mengubah pertandingan setelah turun minum, harapan tersebut mendapat pukulan cepat. Fiorentina mencetak gol ketiga pada menit ke-48 melalui Luca Ranieri.

Gol bermula dari situasi sepak pojok. Radu Drăgușin meneruskan bola ke area tiang jauh dan Ranieri menyelesaikannya dengan sundulan dari jarak dekat. Skor berubah menjadi 3-0.

Gol tersebut juga memperlihatkan kemampuan Fiorentina memperoleh kontribusi dari pemain bertahan. Dalam pertandingan dengan pertahanan lawan mulai terbuka, bola mati memberikan alternatif ketika jalur serangan dari permainan terbuka tidak tersedia.

Hanya dua menit kemudian, Fiorentina kembali mencetak gol. Kali ini Cher Ndour yang menjadi pencetaknya. Marco Brescianini bergerak dan memberikan umpan menuju Ndour di sekitar kotak penalti. Ndour mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang membawa Fiorentina unggul 4-0.

Dua gol dalam waktu yang sangat singkat membuat pertandingan berubah drastis. Benevento yang memasuki babak kedua dengan defisit dua gol tiba-tiba tertinggal empat gol sebelum pertandingan mencapai menit ke-51.

Davide Lamesta Cetak Gol Balasan untuk Benevento

Benevento tetap memberikan respons. Pada menit ke-54, Davide Lamesta akhirnya mendapatkan gol yang layak atas aktivitasnya sepanjang pertandingan.

Dengan menerima bola dari Pietro Beruatto, Lamesta melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola menuju sudut bawah gawang dan tidak dapat dihentikan David de Gea. Skor berubah menjadi 4-1.

Gol tersebut tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan, tetapi menunjukkan salah satu kelemahan yang masih perlu diperhatikan Fiorentina. Benevento beberapa kali mendapatkan ruang untuk menembak atau membawa bola menuju sepertiga akhir meskipun tertinggal dalam kualitas peluang secara keseluruhan.

Lamesta menjadi salah satu pemain Benevento yang paling mampu mengganggu struktur pertahanan La Viola. Selain mencetak gol, ia sebelumnya juga sempat menguji De Gea melalui tembakan dari luar kotak penalti.

Pergantian Pemain Warnai Babak Kedua

Setelah mencetak empat gol, Fiorentina mulai melakukan sejumlah perubahan. Dodô masuk menggantikan João Mário pada awal babak kedua. Kemudian Franco Mastantuono menggantikan Albert Guðmundsson dan Christ Inao Oulaï mengambil posisi Nicolò Fagioli pada menit ke-58.

Federico Croci selanjutnya masuk menggantikan Arthur Atta pada menit ke-65. Perubahan tersebut memberi kesempatan kepada sejumlah pemain untuk mendapatkan menit kompetitif ketika Fiorentina sudah berada dalam posisi relatif aman.

Mastantuono mendapat perhatian karena memperoleh kesempatan bermain sekitar setengah jam terakhir. Pemain tersebut bahkan sempat memperoleh peluang melalui tembakan kaki kiri dari sekitar tepi kotak penalti, meskipun upayanya belum menghasilkan gol.

Benevento juga melakukan sejumlah pergantian. Simone Verdi masuk menggantikan Antonio Prisco pada menit ke-55. Christian Kouan menggantikan Angelo Talia dan David Okereke masuk untuk Marco Giugliano pada menit berikutnya.

Pada menit ke-77, Edoardo Pierozzi masuk menggantikan Leonardo Sernicola dan Gabriele Mignani menggantikan Francesco Salvemini. Pergantian tersebut digunakan Benevento untuk mempertahankan intensitas dan mencari kemungkinan mengurangi selisih skor.

Statistik Fiorentina vs Benevento: Skor Besar, Penguasaan Bola Justru Milik Tim Tamu

Salah satu bagian paling menarik dari pertandingan sepak bola ini adalah perbedaan antara skor akhir dan statistik penguasaan bola. Fiorentina memenangkan laga 4-1 tetapi hanya mencatat 39 persen penguasaan bola. Benevento mempunyai 61 persen.

Jumlah tembakan juga relatif seimbang. Fiorentina melakukan 14 tembakan sedangkan Benevento menghasilkan 15. Jika hanya melihat dua indikator tersebut tanpa mengetahui skor, pembaca mungkin memperkirakan laga berlangsung sangat berimbang atau bahkan Benevento lebih dominan.

Namun, indikator kualitas peluang memberikan gambaran berbeda. Fiorentina mencatat xG 2,04 dibandingkan 0,99 milik Benevento. Artinya, peluang yang diperoleh Fiorentina secara agregat mempunyai probabilitas menghasilkan gol lebih tinggi dibandingkan peluang tim tamu.

Fiorentina juga mempunyai dua big chances, sedangkan Benevento hanya satu. La Viola membukukan 21 sentuhan di kotak penalti lawan, dibandingkan 17 yang dilakukan Benevento.

Perbedaan tersebut membantu menjelaskan mengapa penguasaan bola Benevento tidak menghasilkan keunggulan di papan skor. Tim tamu memiliki bola lebih lama dan melepaskan lebih banyak tembakan, tetapi Fiorentina lebih efektif mengubah momen serangan menjadi peluang dengan kualitas tinggi.

Efisiensi Fiorentina Menjadi Pembeda

Empat gol dari 14 tembakan menunjukkan tingkat konversi yang tinggi. Fiorentina tidak membutuhkan volume serangan yang sangat besar untuk membangun keunggulan.

Gol pertama terjadi akibat tekanan dan pergerakan menuju area berbahaya. Gol kedua memanfaatkan umpan silang João Mário yang diselesaikan Kean. Gol ketiga berasal dari bola mati dan gol keempat tercipta dari kombinasi serangan yang berakhir pada penyelesaian Ndour.

Dengan demikian, empat gol Fiorentina tidak berasal dari pola yang sepenuhnya sama. Variasi cara mencetak gol menjadi salah satu aspek positif dari pertandingan ini karena menunjukkan bahwa ancaman dapat datang dari tekanan tinggi, permainan sayap, bola mati, dan pergerakan pemain lini kedua.

Albert Guðmundsson Berikan Awal Ideal

Gol pada menit kedua membuat Albert Guðmundsson mempunyai pengaruh langsung terhadap pertandingan. Keberadaannya di posisi yang tepat ketika bola dikirim Arthur Atta menunjukkan kemampuan membaca ruang di dalam kotak penalti.

Setelah gol tersebut, Guðmundsson tetap aktif dalam kombinasi serangan. Ia mendapatkan beberapa peluang tambahan sebelum akhirnya digantikan Franco Mastantuono pada menit ke-58.

Fiorentina juga sempat kembali memasukkan bola ke gawang melalui Guðmundsson pada babak kedua, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. Walaupun tidak menambah catatan gol, situasi itu menunjukkan bahwa ancaman Fiorentina masih berlangsung setelah skor menjadi 4-1.

Moise Kean Tidak Sekadar Mencetak Gol

Moise Kean menjadi salah satu pemain utama dalam kemenangan ini. Selain mencetak gol kedua, ia terlibat dalam sejumlah kombinasi serangan Fiorentina.

Golnya pada menit ke-35 memperlihatkan penyelesaian yang sulit. João Mário memberikan bola silang dan Kean mampu menyesuaikan posisi tubuhnya untuk mengarahkan bola melewati penjaga gawang Benevento.

Kean juga terlibat dalam proses yang menghasilkan peluang bagi rekan setimnya. Pergerakannya sebagai penyerang membuat lini belakang Benevento harus terus memperhatikan ruang di belakang maupun area di sekitar kotak penalti.

Dalam konteks yang lebih luas, performa seperti ini penting bagi Fiorentina karena efektivitas seorang penyerang tidak hanya diukur melalui jumlah tembakan. Kemampuan menahan bola, bergerak tanpa bola, menarik pemain bertahan, dan membuka jalur bagi gelandang yang datang dari lini kedua mempunyai pengaruh besar terhadap struktur serangan.

Ranieri dan Ndour Lengkapi Pesta Gol Fiorentina

Dua gol awal babak kedua memperlihatkan kedalaman ancaman Fiorentina. Luca Ranieri, seorang pemain bertahan, muncul di area tiang jauh untuk mencetak gol ketiga. Tidak lama kemudian, Cher Ndour datang dari lini kedua untuk menambah gol keempat.

Ranieri memanfaatkan situasi bola mati setelah Drăgușin meneruskan bola hasil sepak pojok. Penyelesaian jarak dekat tersebut membuat Benevento semakin sulit kembali ke pertandingan.

Gol Ndour berbeda. Ia menerima umpan Brescianini, mengontrol bola, lalu menuntaskannya menggunakan kaki kiri. Serangan tersebut memperlihatkan bagaimana pergerakan dari lini kedua dapat menciptakan pemain bebas ketika perhatian bek lawan tertuju kepada penyerang utama.

Empat pencetak gol berbeda juga menjadi indikator distribusi ancaman. Fiorentina tidak sepenuhnya bergantung kepada Kean sebagai penyerang untuk menciptakan angka di papan skor.

Performa David de Gea Tetap Dibutuhkan

Meskipun Fiorentina menang dengan margin tiga gol, David de Gea tidak menjalani pertandingan tanpa pekerjaan. Benevento menghasilkan 15 tembakan dan beberapa di antaranya mengharuskan kiper Fiorentina melakukan intervensi.

Lamesta beberapa kali mencoba tembakan dari luar kotak. Simone Verdi juga memperoleh peluang pada babak kedua yang dapat diamankan De Gea. Sementara itu, Leonardo Sernicola sempat mengancam melalui percobaan yang menguji penjaga gawang tuan rumah.

Satu gol akhirnya bersarang ketika Lamesta menempatkan tembakan rendah ke sudut gawang. Namun secara umum, De Gea membantu mempertahankan jarak keunggulan Fiorentina ketika Benevento mencoba meningkatkan tekanan.

Benevento Kalah Telak tetapi Tidak Pasif

Skor 1-4 dapat menimbulkan kesan bahwa Benevento sepenuhnya didominasi, tetapi statistik memberikan konteks berbeda. Tim tamu menguasai bola 61 persen dan menghasilkan 15 tembakan. Angka tersebut menunjukkan bahwa Benevento tetap berusaha bermain dan mencari kesempatan menyerang.

Masalah mereka terutama terdapat pada kualitas pertahanan ketika Fiorentina memasuki zona berbahaya dan rendahnya efisiensi penyelesaian. Benevento kebobolan hanya dua menit setelah kickoff, kemudian gagal mencegah Kean menggandakan skor sebelum jeda.

Situasi menjadi semakin berat ketika dua gol tambahan terjadi pada menit ke-48 dan ke-50. Pada pertandingan sistem gugur, kebobolan dua kali dalam beberapa menit setelah turun minum praktis menghilangkan sebagian besar peluang untuk melakukan comeback.

Gol Lamesta pada menit ke-54 menunjukkan respons positif, tetapi selisih tiga gol tetap terlalu besar untuk dikejar dalam sisa pertandingan.

Kartu Kuning dan Intensitas Menjelang Akhir Pertandingan

Memasuki bagian akhir pertandingan, intensitas duel meningkat. Christ Inao Oulaï mendapatkan kartu kuning pada menit ke-70 setelah melakukan pelanggaran. Pietro Beruatto dari Benevento juga mendapatkan kartu kuning pada menit 90+2.

Meski laga sudah hampir dipastikan menjadi milik Fiorentina, kedua tim tetap bermain kompetitif sampai menit terakhir. Benevento terus mencoba menyerang, sedangkan sejumlah pemain muda Fiorentina menggunakan sisa pertandingan untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Wasit akhirnya mengakhiri pertandingan setelah tambahan waktu babak kedua dengan skor tetap 4-1.

Apa Arti Kemenangan 4-1 bagi Fiorentina?

Dari sudut pandang hasil, kemenangan ini memberikan tiket ke fase berikutnya dan awal yang positif dalam kompetisi. Namun, pertandingan juga menyediakan sejumlah bahan evaluasi.

Aspek positif pertama adalah efektivitas. Mencetak empat gol dari 14 tembakan menunjukkan Fiorentina mampu memaksimalkan peluang pada malam tersebut. Kedua, empat pemain berbeda mencetak gol sehingga ancaman tidak terkonsentrasi pada satu pemain.

Ketiga, Fiorentina menunjukkan kemampuan menghasilkan gol melalui berbagai mekanisme permainan. Guðmundsson memanfaatkan tekanan dan umpan menuju kotak penalti, Kean mencetak gol dari umpan silang, Ranieri memanfaatkan sepak pojok, sedangkan Ndour menyelesaikan kombinasi permainan terbuka.

Namun, penguasaan bola Benevento sebesar 61 persen dan 15 tembakan yang mereka hasilkan juga menjadi peringatan. Menghadapi lawan dengan kualitas serangan lebih tinggi, jumlah kesempatan seperti itu dapat menimbulkan risiko lebih besar.

Karena itu, kemenangan 4-1 dapat dibaca sebagai hasil yang sangat positif sekaligus pertandingan yang memberikan informasi mengenai area permainan Fiorentina yang masih perlu diperbaiki.

Fabio Grosso Memulai Laga Kompetitif dengan Kemenangan

Pertandingan ini juga menandai awal kompetitif era Fabio Grosso bersama Fiorentina. Sejumlah pemain baru memperoleh kesempatan tampil, termasuk Radu Drăgușin, João Mário, Arthur Atta, dan pemain lain yang menjadi bagian dari perubahan skuad La Viola.

Fiorentina tampil dengan pendekatan yang tidak mengharuskan mereka mendominasi penguasaan bola. Mereka lebih mengutamakan efektivitas transisi, kombinasi cepat, serta serangan ke ruang yang ditinggalkan Benevento.

Hasil pertandingan pertama tentu belum cukup untuk menilai bagaimana sistem tersebut akan bekerja sepanjang musim. Lawan di Serie A akan memberikan tantangan berbeda, terutama ketika Fiorentina menghadapi tim dengan kemampuan memanfaatkan ruang dan kualitas penyelesaian yang lebih tinggi.

Meski demikian, kemenangan dengan empat pencetak gol berbeda memberikan dasar yang baik sebelum memasuki rangkaian pertandingan berikutnya.

Fiorentina Selanjutnya Menunggu Pisa atau Empoli

Setelah menyingkirkan Benevento, Fiorentina melanjutkan perjalanan di Coppa Italia dan akan menghadapi pemenang pertandingan Pisa melawan Empoli. Dengan demikian, fase berikutnya akan menghadirkan duel sesama klub Tuscany.

Pertandingan tersebut menjadi bagian dari jadwal sepak bola Fiorentina yang semakin padat ketika kompetisi liga mulai berjalan. Berdasarkan jadwal yang tersedia setelah kemenangan atas Benevento, pertandingan putaran berikutnya ditempatkan pada awal September 2026.

Sebelum kembali ke Coppa Italia, perhatian Fiorentina beralih ke Serie A. Tingkat kesulitan akan meningkat karena lawan-lawan di kompetisi liga mempunyai organisasi pertahanan, tekanan, dan kualitas individu yang berbeda dengan Benevento.

Rangkuman Jalannya Fiorentina vs Benevento

Pertandingan dimulai dengan sangat baik bagi tuan rumah ketika Albert Guðmundsson mencetak gol pada menit ke-2. Benevento mencoba merespons melalui sejumlah serangan, tetapi Fiorentina justru menggandakan skor melalui Moise Kean pada menit ke-35 setelah menerima umpan João Mário.

Babak pertama berakhir 2-0. Pada menit ke-46, Dodô masuk menggantikan João Mário. Fiorentina kemudian langsung meningkatkan keunggulan setelah jeda. Luca Ranieri mencetak gol ketiga pada menit ke-48 melalui sundulan setelah mendapatkan bola dari Radu Drăgușin.

Dua menit kemudian, Cher Ndour menyelesaikan umpan Marco Brescianini untuk mengubah skor menjadi 4-0. Benevento membalas melalui Davide Lamesta pada menit ke-54 setelah menerima bola dari Pietro Beruatto.

Sejumlah pergantian pemain dilakukan setelah itu. Simone Verdi, Christian Kouan, dan David Okereke masuk untuk Benevento. Fiorentina memberikan menit bermain kepada Franco Mastantuono, Christ Inao Oulaï, Federico Croci, dan pemain lainnya.

Tidak ada tambahan gol hingga pertandingan berakhir. Fiorentina menutup laga dengan kemenangan 4-1 dan memastikan kelanjutan perjalanan mereka di Coppa Italia.

Data Pertandingan Fiorentina vs Benevento

Skor akhir: Fiorentina 4-1 Benevento.

Pencetak gol Fiorentina: Albert Guðmundsson menit ke-2, Moise Kean menit ke-35, Luca Ranieri menit ke-48, dan Cher Ndour menit ke-50.

Pencetak gol Benevento: Davide Lamesta menit ke-54.

Expected goals: Fiorentina 2,04 dan Benevento 0,99.

Penguasaan bola: Fiorentina 39 persen dan Benevento 61 persen.

Total tembakan: Fiorentina 14 dan Benevento 15.

Peluang besar: Fiorentina 2 dan Benevento 1.

Sentuhan di kotak penalti lawan: Fiorentina 21 dan Benevento 17.

Stadion: Stadio Artemio Franchi, Florence.

Kapasitas stadion: 43.147.

Jumlah penonton: 16.626.

Wasit: Gianluca Manganiello.

Waktu pertandingan: Jumat, 14 Agustus 2026 pukul 21.15 waktu Florence atau Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 02.15 WIB.

Empat Gol Menjadi Modal Fiorentina Menuju Pertandingan Berikutnya

Kemenangan 4-1 atas Benevento memberi Fiorentina hasil yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan di Coppa Italia sekaligus kesempatan untuk menguji sejumlah kombinasi pemain dalam pertandingan kompetitif.

Albert Guðmundsson memberikan awal ideal melalui gol cepat, Moise Kean memperbesar keunggulan sebelum jeda, sedangkan Luca Ranieri dan Cher Ndour membuat pertandingan praktis selesai dalam lima menit pertama babak kedua. Davide Lamesta memberi Benevento satu gol balasan, tetapi tidak cukup untuk mengubah hasil pertandingan.

Statistik menunjukkan bahwa laga tidak sesederhana skor akhirnya. Benevento memiliki penguasaan bola 61 persen dan melepaskan 15 tembakan, tetapi Fiorentina menghasilkan xG lebih tinggi dan jauh lebih efektif menyelesaikan peluang. Efisiensi tersebut menjadi faktor utama yang membedakan kedua tim di Stadio Artemio Franchi.

Bagi penggemar olahraga dan pembaca yang mengikuti hasil sepak bola Eropa, kemenangan ini sekaligus membuka perhatian terhadap perjalanan Fiorentina dalam Coppa Italia 2026/2027. Tantangan berikutnya akan menentukan apakah efektivitas yang terlihat menghadapi Benevento dapat dipertahankan ketika kualitas lawan meningkat.



Tidak ada komentar

Responsive Ads