Atalanta Taklukkan Cremonese 2-1 pada Pekan ke-24 Serie A Italia Bola.co.id - Atalanta berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menu...
| Atalanta Taklukkan Cremonese 2-1 pada Pekan ke-24 Serie A Italia |
Bola.co.id - Atalanta berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menundukkan Cremonese dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan pekan ke-24 Serie A Italia musim ini. Pertandingan yang berlangsung di New Balance Arena, Bergamo, pada Senin (10/2/2026) dini hari WIB tersebut menyajikan duel menarik dengan intensitas tinggi sejak menit awal hingga peluit akhir dibunyikan. Kemenangan ini mempertegas konsistensi Atalanta dalam persaingan papan atas kompetisi Liga Eropa musim ini.
Dominasi Atalanta Sejak Awal Pertandingan
Sejak kick-off, Atalanta langsung mengambil inisiatif serangan dengan menguasai jalannya pertandingan. Tim tuan rumah tampil agresif melalui kombinasi permainan cepat di lini tengah serta pergerakan dinamis dari para penyerangnya. Cremonese yang berstatus sebagai tim tamu tampak memilih pendekatan lebih berhati-hati dengan menumpuk pemain di area pertahanan sendiri.
Penguasaan bola Atalanta mencapai 56 persen sepanjang laga, menunjukkan dominasi yang cukup jelas. Tekanan demi tekanan yang dilancarkan Atalanta membuat lini belakang Cremonese harus bekerja ekstra keras untuk meredam serangan-serangan berbahaya yang datang dari berbagai sisi lapangan.
Gol Cepat Menentukan Ritme Laga
Krstovic Membuka Keunggulan
Keunggulan Atalanta tercipta pada menit ke-13 melalui Nikola Krstovic. Berawal dari skema serangan terorganisir, Giacomo Raspadori mengirimkan umpan matang yang berhasil dimaksimalkan Krstovic menjadi gol pembuka. Gol ini membuat atmosfer stadion semakin bergemuruh dan meningkatkan kepercayaan diri skuad tuan rumah.
Setelah gol tersebut, Atalanta semakin berani menekan. Cremonese mencoba keluar dari tekanan dengan serangan balik cepat, namun rapatnya barisan pertahanan Atalanta membuat upaya tersebut kerap terhenti sebelum memasuki area berbahaya.
Zappacosta Gandakan Keunggulan
Atalanta kembali mencetak gol pada menit ke-25 melalui Davide Zappacosta. Pemain sayap tersebut memanfaatkan assist akurat dari Mario Pasalic untuk memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Gol ini menjadi bukti efektivitas Atalanta dalam memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.
Hingga pertengahan babak pertama, Cremonese tampak kesulitan mengembangkan permainan. Situasi semakin tidak menguntungkan bagi tim tamu setelah Fiorenzo Ceccherini harus ditarik keluar akibat cedera dan digantikan oleh Terracciano pada menit ke-39.
Babak Pertama Berjalan di Bawah Kendali Tuan Rumah
Sepanjang babak pertama, Atalanta mendominasi hampir seluruh aspek permainan. Mereka mencatatkan jumlah tembakan yang jauh lebih banyak dibandingkan Cremonese. Dari total 29 tembakan yang dilepaskan Atalanta sepanjang laga, sebagian besar tercipta di babak pertama.
Nilai expected goals (xG) Atalanta mencapai 1,78, mencerminkan kualitas peluang yang mereka hasilkan. Sebaliknya, Cremonese hanya mampu mencatatkan xG sebesar 0,62, menandakan minimnya ancaman serius yang mereka berikan di paruh pertama pertandingan Sepak Bola.
Perubahan Strategi Cremonese di Babak Kedua
Djuric Masuk, Tekanan Meningkat
Memasuki babak kedua, Cremonese melakukan perubahan signifikan dengan memasukkan Milan Djuric menggantikan Federico Bonazzoli. Pergantian ini bertujuan untuk menambah daya gedor di lini depan sekaligus memanfaatkan keunggulan postur tubuh Djuric dalam duel udara.
Perubahan tersebut langsung berdampak pada intensitas permainan Cremonese. Mereka mulai lebih berani menekan dan mencoba menekan lini pertahanan Atalanta sejak awal babak kedua.
Pelanggaran dan Rotasi Pemain
Pertandingan semakin berjalan keras dengan sejumlah pelanggaran yang terjadi. Sead Kolasinac menerima kartu akibat memegang lawan pada menit ke-49, sementara Odilon Kossounou juga terlibat dalam beberapa duel fisik yang berujung pelanggaran.
Pelatih kedua tim melakukan rotasi pemain untuk menjaga intensitas permainan. Atalanta memasukkan sejumlah pemain segar seperti Bellanova dan Sulemana, sedangkan Cremonese merespons dengan pergantian pemain di lini tengah dan sayap.
Gol Hiburan Cremonese di Menit Akhir
Gol Dianulir dan Drama Injury Time
Menjelang akhir laga, Atalanta sempat mencetak gol ketiga melalui Djimsiti pada menit 90+1. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit karena posisi offside. Keputusan ini membuat pertandingan kembali terbuka dan meningkatkan ketegangan di menit-menit akhir.
Cremonese memanfaatkan momentum tersebut untuk terus menekan pertahanan Atalanta. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit 90+4 ketika Morten Thorsby mencetak gol melalui assist dari Sebastiano Luperto.
Statistik Menggambarkan Keunggulan Atalanta
Secara statistik, Atalanta memang layak keluar sebagai pemenang. Selain unggul dalam penguasaan bola, mereka juga mendominasi jumlah tembakan dengan total 29 percobaan, berbanding 12 milik Cremonese. Dominasi ini menunjukkan efektivitas strategi menyerang yang diterapkan tuan rumah.
Dukungan penuh dari 21.796 penonton yang hadir di stadion berkapasitas 24.950 kursi turut menjadi faktor penting dalam menjaga semangat juang para pemain Atalanta sepanjang pertandingan.
Peran Wasit dan Jalannya Laga
Pertandingan ini dipimpin oleh wasit asal Italia, Marco Piccinini. Secara umum, kepemimpinan wasit berjalan cukup baik meskipun laga berlangsung dengan tensi tinggi. Keputusan-keputusan krusial, termasuk pembatalan gol di menit akhir, diambil sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Keberanian wasit dalam mengendalikan pertandingan membantu menjaga jalannya laga tetap kompetitif hingga peluit panjang dibunyikan.
Dampak Kemenangan bagi Atalanta
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Atalanta dalam menjaga posisi mereka di klasemen Serie A. Konsistensi performa yang ditunjukkan pada pertandingan ini memperlihatkan kesiapan Atalanta untuk terus bersaing di papan atas dan menjaga peluang tampil di kompetisi Liga Eropa musim depan.
Sementara bagi Cremonese, kekalahan ini menjadi catatan penting untuk memperbaiki konsistensi permainan, khususnya dalam menjaga fokus hingga menit akhir pertandingan.
Tidak ada komentar